Pilarrakyat.Com-Polman — Perbincangan mengenai kandidat Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) kian menghangat pasca pernyataan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar.
Dinamika politik tersebut turut tercermin dari meningkatnya aktivitas dan diskusi publik di media sosial.sejumlah grup Facebook di wilayah Sulbar menjadi ruang interaksi yang aktif, di mana warganet membahas figur-figur yang dinilai berpotensi diusung dalam bursa calon wakil gubernur.
Dari berbagai diskusi tersebut, muncul dua nama yang cukup sering diperbincangkan, yakni Syamsul Samad dari kalangan internal Partai Demokrat dan Fatmawati Salim, istri almarhum Salim S. Mengga.
Dalam perkembangan di ruang digital, dukungan terhadap Fatmawati Salim terlihat mengalami peningkatan.
Warganet dari berbagai daerah di Sulbar, mulai dari Polewali Mandar hingga Pasangkayu, menyampaikan aspirasi melalui unggahan dan kolom komentar di media sosial.
Sebagian pengguna media sosial juga mengaitkan dukungan tersebut dengan harapan agar perjuangan almarhum Salim S. Mengga dapat dilanjutkan. Salah satu unggahan yang menarik perhatian luas di antaranya berbunyi, “Lanjutkan perjuangan Fatmawati Jenderal Salim S. Mengga.”
Meski demikian, dinamika di media sosial belum tentu mencerminkan keputusan resmi partai politik. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari DPP Partai Demokrat terkait nama yang akan diusung dalam kontestasi tersebut.
Di sisi lain, posisi Suhardi Duka dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan dan dukungan partai ke depan, mengingat kapasitasnya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar.
Pengamat menilai, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam diskusi politik, termasuk melalui media sosial, menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap proses demokrasi di Sulawesi Barat.
Namun, publik juga diimbau untuk tetap mengedepankan informasi yang akurat dan tidak berspekulasi sebelum adanya keputusan resmi dari partai politik terkait.










