Pilarrakyat.Com-Makassar — Pergantian jajaran direksi di PDAM Kota Makassar tidak hanya membawa harapan baru, tetapi juga memunculkan ujian besar. Di tengah masih berulangnya krisis air bersih di sejumlah wilayah, publik kini menyoroti serius kemampuan direksi baru menjawab persoalan mendasar yang selama ini menjadi keluhan warga.
Sorotan mengarah kepada Plt Direktur Utama Andi Syahrum Makkuradde, Plt Direktur Umum Andi Taufik Aris, dan Plt Direktur Keuangan Wirda Fauziah Madjid, yang kini memikul tanggung jawab besar memastikan pelayanan air bersih berjalan maksimal, terutama di wilayah rawan krisis.
Desakan publik menguat agar kepemimpinan baru tidak berhenti pada seremonial pergantian jabatan, tetapi segera menunjukkan langkah cepat, terukur, dan berani dalam menyelesaikan persoalan yang saban tahun menghantui masyarakat, khususnya di Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, dan Bontoala.
Tiga wilayah padat penduduk di utara Makassar itu selama ini kerap dikeluhkan mengalami gangguan distribusi, bahkan disebut menghadapi kekeringan air bersih setiap musim kemarau. Di kawasan sekitar samping PT IKI Makassar, persoalan ini dinilai bukan masalah baru, melainkan problem tahunan yang belum disentuh solusi permanen.
Kondisi itulah yang membuat publik mulai melontarkan kritik keras. Direksi baru dinilai tidak cukup hanya menerima laporan di atas meja, tetapi dituntut turun langsung melihat realitas warga yang menghadapi krisis air sebagai kebutuhan dasar.
“Jabatan ini bukan kursi nyaman, tapi amanah berat. Direksi baru harus diuji lewat kerja nyata, bukan sekadar administrasi,” demikian pandangan yang berkembang di tengah sorotan masyarakat.
Tekanan publik juga mulai mengarah pada pertanyaan yang lebih tajam: mampukah jajaran Plt direksi memutus mata rantai persoalan klasik distribusi air di utara kota, atau krisis ini kembali dibiarkan menjadi rutinitas tahunan tanpa terobosan?
Dorongan masyarakat pun mengerucut pada tuntutan agar PDAM Makassar segera menyusun langkah darurat dan strategi jangka panjang, mulai dari pembenahan jaringan distribusi, penguatan suplai di titik rawan, hingga mitigasi menghadapi ancaman kemarau panjang yang diperkirakan kembali menguji kota ini.
Bagi publik, tantangan direksi baru bukan semata menjaga stabilitas internal perusahaan, tetapi membuktikan keberpihakan terhadap kebutuhan dasar rakyat.
Kini sorotan tajam tertuju pada satu hal. apakah direksi baru PDAM Makassar mampu menjawab mandat itu dengan keberanian dan solusi konkret, atau justru menambah daftar panjang janji yang tenggelam bersama krisis air bersih yang terus berulang.(**)














