Pilarrakyat.Com-Makassar — Aksi brutal kawanan geng motor kembali mengguncang Kota Makassar, Sulawesi Selatan. seorang pemuda berusia 13 tahun berinisial H, warga Jalan Abubakar Lambogo, menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pelaku bersenjata tajam pada Minggu dini hari (11/5).
Insiden tersebut menambah daftar panjang aksi kekerasan jalanan yang belakangan semakin meresahkan masyarakat Kota Makassar.
Publik menilai aksi geng motor kini tidak lagi sekadar balap liar atau konvoi ugal-ugalan, melainkan sudah mengarah pada tindak kriminal yang membahayakan nyawa warga Makassar.
Ketua Lemkira, Rizal, mendesak Kapolda Sulsel Irjen Polisi Djuhandhani Rahardjo Puro dan Kapolrestabes Makassar Kombes polisi Arya Perdana agar mengambil langkah tegas tembak ditempat terhadap para pelaku geng motor yang dinilai semakin nekat dan brutal.
Menurut Rizal, situasi keamanan di Kota Makassar perlu menjadi perhatian serius karena dalam beberapa pekan terakhir aksi penyerangan oleh geng motor terus terjadi dan memakan korban dari kalangan masyarakat yang telah bersalah
“Dalam bulan ini sudah beberapa warga menjadi korban aksi geng motor, ini tidak bisa dianggap biasa, aparat penegak hukum APH harus bertindak cepat dan tegas karena masyarakat sudah sangat resah,” tegas Rizal kepada awak media.
Dia juga meminta aparat kepolisian bersama TNI meningkatkan patroli malam serta memperketat pengawasan di titik-titik rawan yang sering menjadi lokasi berkumpulnya kelompok geng motor.
Peristiwa penyerangan tersebut terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman yang beredar, terlihat sekelompok pelaku datang secara beriringan menggunakan sepeda motor sambil menggeber kendaraan untuk menebar ketakutan.
Beberapa pelaku tampak membawa senjata tajam jenis parang dan panah busur. Situasi di lokasi yang awalnya tenang mendadak berubah panik ketika rombongan geng motor menyerbu kawasan tempat sejumlah remaja dan pemuda sedang berkumpul.
Korban H dilaporkan terjatuh saat mencoba melarikan diri dari kejaran pelaku, dalam kondisi terjatuh, korban kemudian diserang menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka tebas serius pada bagian punggung.
Tidak hanya menyerang korban, kelompok tersebut juga disebut merusak sejumlah kendaraan roda dua milik warga yang terparkir di sekitar lokasi kejadian. warga yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan diri karena takut menjadi sasaran serangan.
Salah seorang warga, Siti Nurhayati, mengatakan para remaja yang berada di lokasi saat kejadian hanya berkumpul biasa dan tidak melakukan tindakan yang memicu keributan.
“Anak-anak di sini cuma duduk ngobrol biasa. Tiba-tiba mereka datang sambil geber motor dan membawa parang. semua orang langsung panik,” ujar Siti.
Menurutnya, korban mengalami luka serius setelah terkena sabetan senjata tajam saat berusaha menyelamatkan diri dari serangan tersebut.
Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Daya Makassar. Pemkot Makassar menanggung beban pengobatan korban, Warga sekitar bahkan berinisiatif menggalang donasi untuk membantu biaya pengobatan korban.
Peristiwa itu membuat warga sekitar diliputi rasa takut, terutama karena aksi kekerasan dilakukan secara terbuka di tengah permukiman warga pada malam hari.
Masyarakat kini berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas dan menangkap seluruh pelaku agar aksi teror geng motor tidak terus berulang dan mengancam keselamatan warga Kota Makassar.(**)

















