Wakil Ketua Golkar Iswan S. Utomo Akan Tempuh Jalur Hukum Terkait Penyebaran Gambar “Wanted”

  • Bagikan
banner 468x60

Gemanews,id-MAKASSAR – Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Makassar, Iswan S. Utomo, menyatakan akan segera menempuh langkah hukum terkait dugaan pencemaran nama baik UU ITE di kepolisian, setelah foto dirinya disebarkan dengan narasi atau label “Wanted” di dalam grup WhatsApp Makassar info.

Iswan menilai penyebaran gambar tersebut telah merugikan nama baik dan kredibilitasnya, terlebih dirinya masih dipercaya memimpin sejumlah lembaga yang membutuhkan kepercayaan publik.

Example 300x600

“Saya akan segera melaporkan persoalan ini kepada pihak yang berwajib. Saya merasa nama baik saya telah dicemarkan dengan penyebaran gambar saya yang diberi tulisan ‘Wanted’ di grup WhatsApp Makassar info.” ujar Iswan.

Menurutnya, hingga saat ini dirinya tidak mengetahui secara jelas persoalan apa yang dipermasalahkan oleh seseorang bernama Mus. Iswan mengaku tidak pernah berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan terkait persoalan tersebut.

Iswan menjelaskan, persoalan bermula dari informasi yang disampaikan oleh salah seorang staf Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Makassar mengenai pengelolaan dana yang bersumber dari Fraksi Golkar yang menurut laporan staf tersebut perlu mendapat perhatian dan penataan.

“Karena saya masih menjabat sebagai Wakil Ketua Golkar Makassar, saya menyampaikan agar persoalan tersebut diamankan dan ditata dengan baik. Termasuk memastikan gaji staf tetap dibayarkan serta kebutuhan rutin partai tetap berjalan,” jelasnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut menurutnya merupakan bagian dari upaya melakukan koreksi dan menjaga tata kelola organisasi, bukan untuk mengambil atau menguasai dana maupun barang inventaris partai.

Iswan juga mempertanyakan mengapa persoalan tersebut justru menjadi polemik bagi pihak yang menurutnya bukan merupakan pengurus DPD Partai Golkar Kota Makassar maupun staf Sekretariat Partai Golkar.

“Yang saya pertanyakan, mengapa dia yang sangat mempermasalahkan hal tersebut, sementara yang bersangkutan bukan pengurus Golkar dan bukan staf sekretariat.

Saya sebagai Wakil Ketua tentu memiliki tanggung jawab untuk melakukan koreksi apabila mendapatkan informasi terkait persoalan organisasi,” katanya.

Terkait keberadaan dana dan sebuah laptop yang disebut sebagai inventaris organisasi, Iswan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memegang, mengambil, maupun menguasai barang ataupun dana tersebut.

“Saya tidak memegang uang itu. Laptop juga saya tidak pernah melihat, apalagi mengambil. Saya hanya menerima laporan dari staf sekretariat dan meminta agar barang inventaris organisasi disimpan di tempat yang aman, karena saya khawatir ketika terjadi pergantian pengurus, barang inventaris organisasi justru tidak diketahui keberadaannya,” tegasnya.

Menurut Iswan, persoalan keuangan organisasi seharusnya ditangani sesuai mekanisme dan kewenangan unsur bendahara, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun tudingan terhadap pihak tertentu.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara terbuka dan berdasarkan fakta serta dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau memang ada persoalan, mari dibuka dan diperiksa berdasarkan fakta. Jangan kemudian membuat atau menyebarkan gambar saya dengan tulisan ‘Wanted’ yang dapat membentuk opini seolah-olah saya melakukan suatu kesalahan atau pelanggaran,” ujarnya.

Iswan menegaskan bahwa dirinya menghormati proses hukum dan akan menyerahkan persoalan dugaan pencemaran nama baik tersebut kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan kembali konten yang belum jelas kebenarannya karena dapat merugikan nama baik seseorang.(**)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *